Mengapa kau enggan untuk jujur kepadaku sayang?
Bukankah sudah jelas siapa yang kamu maksud dengan "kamu".
Aku tau sayang, itu adalah dia.
Dia yang saat ini membuat mu nyaman.
Dia yang saat ini mampu mengambil kebahagiaan di hati mu.
Dia yang saat kita sedang diuji cintanya malah hadir dengan membawa cinta dan berusaha mengalihkan perhatiaanmu kepada cinta yang ia katakan tulus.
Allah yang tau seberapa besar aku mencintai mu..
Allah yang tau bagaimana kamu tersimpan rapi dalam kesetiaanku.
Allah yang tau bagaimana hati-hatinya aku dalam menjagamu.
Telah aku lakukan apapun yang mampu dan dapat aku lakukan, sebisa mungkin aku persembahkan untukmu. Apapun itu. Cinta, waktu, materi. Bahkan kamu benar-benar aku prioritaskan, bahkan diatas kepentingan orangtuaku.
Cinta dan bodoh, rasanya hanya berbeda tipis.
Aku mencintaimu, dengan segala rasa sakit yang harus aku telan.
Aku memaafkan mu, mengertikan sikap mu. Tapi entah mengapa kamu enggan melihat semua itu.
Selalu kesalahan dan keburukan yang kamu lihat dan kamu kembalikan kepada ku.
Sekarang ini kamu sering mengabaikan aku.
Mementingkan kehadiran kakak-kakakan mu yang baru.
Aku tau sayang, semuanya akan berakhir sama. Hanya saja ini belum saatnya.
Aku yakin, semua akan merasakan apa yang aku dan sahabat mu rasakan.
Tunggu saja.
Aku harus pergi.
Ketika kamu enggan untuk memilih dan mempertahankan kondisi yang seperti ini.
Maaf aku tak bisa. Aku butuh cinta yang utuh. Cinta yang melihat apa yang ada dihadapannya. Cinta yang mampu menjaga hatinya untuk orang yang ia cintai.
Mengapa Allah memperkenalkan kita?
Mengapa Allah menciptakan rasa yang luar biasa diantara kita. Padahal Allah tidak menjamin keabadian cinta diantara kita.
Mengapa Allah menciptakan waktu yang selalu membuat mu kembali dan engga pergi.
Mengapa Allah menciptakan cinta yang selalu pulang hatinya.
Mengapa Allah menciptkan kamu dan aku untuk saling dipertemukan.
Mengapa? Untuk saling bersama. Berdua. Bukan ada yang ketiga.
Jujurlah sayang. Sejujur perasaanmu kepada ku.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar