Sabtu, 23 November 2013

Hanya di Sini

Hanya disini aku bisa berceloteh sepuasnya mengenaimu.
Tanpa harus takut kamu ketahui apa yang aku ungkapkan.

Disini. Di blog ini. Aku bisa bebas menceritakan tentang mu.
Baik atau buruk. Suka atau tidak. Kamu tidak akan tau apa yang aku ungkapkan.

Aku lelah. Lelah jika harus seperti ini.
Ketika aku tanya, "Sampai kapan kita seperti ini?" Dengan sedikit tercengang aku mendengarkan. "Sampai kamu bisa terima bahwa aku bersama orang lain."
Aku? Mengapa harus aku? Bukankah waktu itu aku sedang belajar untuk menerima hal itu? Tapi mengapa kamu datang untuk meminta aku hadir lagi? Mengapa kamu tak biarkan aku pergi? Padahal saat itu aku sudah siap ketika harus menerima mu dengan yang lain. Tapi kamu malah menarik ku kembali.
Aku lelah dengan kita.
Kita yang ada orang lain sebagai orang ketiga. Aku lelah jika harus selalu mengerti akan kondisi ini. Aku ingin egois kali ini. Aku tidak ingin ada orang-orang pengganggu yang berusaha masuk dalam ruang intim kita berdua.
Entah mungkin aku bodoh. Kamu menang banyak.
Mendapatkan perhatian dari mana mana, sedangkan aku? Kamu pedulikan saja tidak. Aku merasa sudah tidak ada lagi rasa pedulimu untuk ku. Buktinya, ketika aku sengaja membuat status sakit, kamu tidak sedikitpun menanyakan atau terlihat khawatir. Entah kemana rasa peduli itu sekarang. Aku rasa sudah pindah ke manusia yang lain.

Asal kamu tau.
Rasa lelah yang selama ini aku ceritakan bukan tentang pekerjaan ataupun kuliah. Tapi ini tentang kamu. Kamu yang memenuhi hidup ku. Otak ku.
Rasanya lelah dibagian bawah kepala, lelah dibagian pundak. Terkadang terasa sangat lelah sehingga rasanya aku ingin menangis. Bukan berlebihan. Tapi memang rasa lelah ini karena mu.
Terlebih aku lelah jika harus menahan rasa cemburu yang terus menerus dengan orang satu itu. Aku lelah sekali. Aku ingin menyerah. Aku ingin istirahat. Aku ingin bebas dari rasa benci akan dia yang tidak aku sukai.
Mengapa kamu tidak peka? Tidak menyadari bahwa kelelahan ku adalah tentang dia yang selalu berusaha meraih mu. Namun apa? Kamu malah keasikan dengan rasa cinta yang dia tunjukan kepada mu. Itulah kamu, haus akan perhatian dan kasih sayang. Tidak peduli bahwa ada orang lain yang hatinya terluka karena rasa haus mu itu.

Entahlah.. Sudah teramat lelah dengan semua ini.
Aku ingin pergi saja. Menghilang lagi dari kabar tentang mu. Itu jauh membuat ku tenang karena juga aku tidak perlu repot-repot untuk memelihara rasa benci itu.
Bisa dimengertikan rasa lelah ku ini?

Minggu, 10 November 2013

Piala Bergilir

Untuk yang kedua kalinya aku salah menuliskan cerita tentang seseorang dalam blog ini.
Dia berakhir dengan rasa sakit. Berakhir dengan pergi meninggalkan ku demi seseorang yang dia cintai.
Semua kisah ini berakhir dengan menyisahkan luka di hati ku. Melihat dia bersama orang lain.

Enam belas bulan yang rasanya aku teramat bodoh yang selama ini aku anggap semuanya cinta.
Satu tahun lebih terbuang sia-sia. Membuat kisah yang pada akhirnya hanyalah sebuah kenang yang menyayat menjadikan luka di hati.

Saat ini mungkin kamu sedang bahagianya dengan orang yang kamu bilang pacar. Tapi aku percaya seiring berjalannya waktu dia akan kamu sakiti juga hatinya. Dia akan kamu khianati hatinya. Dia akan kamu bohongi kepercayaannya.
Semuanya hanya butuh waktu. Suatu saat nanti, aku percaya itu. Karena aku tau kamu yang sesungguhnya. Aku paham bagaimana kamu memperlakukan orang yang mencintaimu dengan tulus.
Saat ini kamu sedang dilanda kebahagiaan yang teramat sangat menyengat hati. Tapi aku yakin, suatu saat kamu akan berpaling darinya. Ketika kamu bosan dan mencari penggantinya. Pasti. Namun aku tak tau kapan waktunya. Yang jelas itu akan terjadi. Semua rasa sakit di hati ini akan tertawa ketika saat itu akan tiba nantinya.

Aku akan menanti ketika saat itu tiba.
Mungkin lama, tak apa. Aku akan tertawa bahagia nantinya, sangat terbahak melihat orang yang menghancurkan hati ku saat itu juga hatinya tersayat teramat luka melebihi rasa sakit ku saat dia hadir dan mencoba meraihnya. Saat ini aku akui dia memenangkan hatinya. Tapi ingat, kamu hanya seperti piala bergilir. Saat ini kamu berada di tangannya, tapi suatu saat piala itu akan berpindah tangan ke orang lain yang dapat memenangkan hatinya.

Saat ini kamu mungkin tak peduli bagaimana tersiksanya hati ku.
Tapi suatu saat nanti kamu akan merindukan ku, mengingat kisah kita yang dulu. Pasti kamu akan rindu akan hadir ku. Sekarang aku hanya ingin memperhatikan kamu dari sini, menanti kapan saatnya si berengsek itu hatinya kamu sakiti. Menanti kapan saatnya aku muncul dan mentertawakan semua ini. Semua ini akan ada karmanya, aku yakin.

Hey kamu..
Yang stock maaf ku selalu tersedia banyak untuk mu.
Aku akan tertawa nantinya. Pasti.

Rabu, 06 November 2013

Jujurlah Sayang

Mengapa kau enggan untuk jujur kepadaku sayang?
Bukankah sudah jelas siapa yang kamu maksud dengan "kamu".
Aku tau sayang, itu adalah dia.
Dia yang saat ini membuat mu nyaman.
Dia yang saat ini mampu mengambil kebahagiaan di hati mu.
Dia yang saat kita sedang diuji cintanya malah hadir dengan membawa cinta dan berusaha mengalihkan perhatiaanmu kepada cinta yang ia katakan tulus.

Allah yang tau seberapa besar aku mencintai mu..
Allah yang tau bagaimana kamu tersimpan rapi dalam kesetiaanku.
Allah yang tau bagaimana hati-hatinya aku dalam menjagamu.
Telah aku lakukan apapun yang mampu dan dapat aku lakukan, sebisa mungkin aku persembahkan untukmu. Apapun itu. Cinta, waktu, materi. Bahkan kamu benar-benar aku prioritaskan, bahkan diatas kepentingan orangtuaku.

Cinta dan bodoh, rasanya hanya berbeda tipis.
Aku mencintaimu, dengan segala rasa sakit yang harus aku telan.
Aku memaafkan mu, mengertikan sikap mu. Tapi entah mengapa kamu enggan melihat semua itu.
Selalu kesalahan dan keburukan yang kamu lihat dan kamu kembalikan kepada ku.

Sekarang ini kamu sering mengabaikan aku.
Mementingkan kehadiran kakak-kakakan mu yang baru.
Aku tau sayang, semuanya akan berakhir sama. Hanya saja ini belum saatnya.
Aku yakin, semua akan merasakan apa yang aku dan sahabat mu rasakan.
Tunggu saja.

Aku harus pergi.
Ketika kamu enggan untuk memilih dan mempertahankan kondisi yang seperti ini.
Maaf aku tak bisa. Aku butuh cinta yang utuh. Cinta yang melihat apa yang ada dihadapannya. Cinta yang mampu menjaga hatinya untuk orang yang ia cintai.

Mengapa Allah memperkenalkan kita?
Mengapa Allah menciptakan rasa yang luar biasa diantara kita. Padahal Allah tidak menjamin keabadian cinta diantara kita.
Mengapa Allah menciptakan waktu yang selalu membuat mu kembali dan engga pergi.
Mengapa Allah menciptakan cinta yang selalu pulang hatinya.
Mengapa Allah menciptkan kamu dan aku untuk saling dipertemukan.
Mengapa? Untuk saling bersama. Berdua. Bukan ada yang ketiga.

Jujurlah sayang. Sejujur perasaanmu kepada ku.....