Jika saja kamu tau apa yang sebanarnya akau lakukan.
Mungkin memang segala yang aku lakukan tak akan dapat kamu lihat dengan benar. Segala yang aku lakukan tidak akan begitu bermakna di mata mu. Hanya saja terkadang rasanya enggan untuk melakukan apapun lagi untuk kamu. Ya, karena itu. Karena kamu tidak akan pernah ingat apapun yang sudah aku lakukan untuk kamu. Karena kamu tidak akan pernah mau tau dan mencoba untuk tau apa saja yang telah aku lakukan.
Ketika aku sudah melakukan segalanya untuk kamu tapi kamu malah tidak mengganggapnya, kamu tau rasanya seperti apa? Rasanya tidak dihargai. Padahal aku sudah melakukan apapun untuk kamu. Aku sudah mencoba melakukan segala yang aku bisa.
Sayang, setiap orang punya kemampuannya masing-masing. Aku bisa melakukan hal-hal ini saja, misal. Tapi orang lain bisa melakukan apa yang kamu inginkan sayang.
Sayang, bukankah kamu tidak ingin aku menjadi seseorang yang nakal? Lalu mengapa kamu mengingkan aku untuk bisa ini dan itu? Sedangkan ketika aku menginginkan kamu seperti ini aku harus mengerti bahwa kamu tidak bisa. Itukah yang namanya cinta? Ini hanya sebuah keegoisan sayang. Keegoisan tidak menguntungkan aku.
Ini cinta. Saling. Aku dan kamu. Bukan hanya aku yang harus berubah menjadi lebih baik. Tapi kamu juga. Kamu iri dengan yang lain? Apakah kamu tau, aku juga begitu iri dengan mereka yang saling memperjuangkan, bukan hanya satu orang yang memperjuangkan. Tapi keduanya.
Aku menerima kamu kembali, karena aku tau seperti itulah kamu. Karena aku tau, kamu tidak dapat berdiam diri pada satu orang dan aku tau hanya aku yang kamu mau. Hanya saja kamu lupa bahwa ada aku.
Sayang, sampai kapan kita seperti ini? Kita tidak pernah bisa memiliki masa depan. Kita tidak realistis. Angan-angan mu tidak bisa aku terima. Aku tidak ingin kita terus mengahamburkn waktu untuk masa depan yang tidak bisa kita hindari. Aku ingin kejelasan dalam hubungan ini. Aku tidak ingin hanya berjalan begitu saja. Aku hanya ingin menyelamatkan apa yang seharusnya aku selamatkan. Aku hanya ingin menjadi yang seharusnya. Seharusnya kita.
Sayang, realistislah. Karena aku sudah tidak ingin bermain dalam hubungan ini. Aku tidak ingin kamu terus tidak menghargai ku. Mau dibawa kemana hubungan ini menjadi alasan setiap sikap dan sifat ku kepada mu. Karena aku sudah tidak mau melakukan apapun yang tidak akan menjadi masa depan ku. aku tidak akan melakukan apapun yang menguntungkan aku. Aku tidak ingin bersedih untuk sesesuatu yang tidak sepantasnya aku sedihkan.
Sayang, semua ini terlalu menyedihkan. Semua ini lebih menyedihkan daripada kita harus melajang sendiri tanpa seorang kekasih. Aku akan lebih memilih itu dari pada harus terjebak dalam hubungan ini selamannya. Karena aku tau, kamu tidak akan dapat berubah melainkan terus menjadi pribadi yang tidak aku kenal dan terus menjadi seseorang dengan kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar